Search

Kamis, 18 November 2010

Bangkitkanlah Semangatmu Wahai Pemuda !

Di daratan globalisasi saat ini banyak sekali perubahan-perubahan yang terjadi baik perindividu maupun kelompok. Perubahan yang memaksa seseorang untuk mengikuti arus globalisasi saat ini hingga mencapai ketergantungan. Dengan perubahan-perubahan yang terjadi maka dapat berdampak kepada siapa saja, memiliki berbagai perspektif dalam menilainya dan berpikiran rasional. Salah satu sudut pandang tersebut menyerang pada perubahan yang terjadi di masyarakat yaitu mengenai tingkat semangat para pemuda, yang mana para pemuda adalah sesosok penerus berkembangnya suatu bangsa dan sebagai penentu akhir suatu perjalanan yang akan menuju pada suatu pilihan, yaitu menempuh kearah kemajuan atau kehancuran bangsa tersebut. Dengan kemajuan mesin dan tekhnologi saat ini membuat semangat para pemuda menurun, salah satu contoh lapangan yaitu dengan hadirnya internet yang begitu canggih, tugas yang diberikan oleh guru maupun dosen yang seharusnya referensi yang didapat dari bermacam-macam buku, namun dengan mudah siswa maupun mahasiswa mencopypaste file/data yang berada di internet, dengan mengeluarkan sedikit uang untuk ke warnet dari pada meluangkan waktu untuk membaca/mengkoleksi bacaan melalui buku ataupun media lainnya terkecuali internet (instant).

Jika dibandingkan dahulu dan sekarang semangat para pemuda yang dahulunya begitu optimis dan semangat dalam mencapai suatu tujuan demi kebahagian dan kesuksesan bersama. Dan sekarang ini hanya segelintir pemuda yang memilliki semangat seperti para pemuda dahulu. Dengan banyak pengaruh dari dalam maupun luar yang berdampak pada perubahan sehingga memiliki pertimbangan dan banyak pilihan bagi seseorang/suatu kelompok memiliki rasa penasaran dan ingin mencoba hal itu. Seperti halnya para pemuda saat ini yang tidak jarang kita temukan di usia anak-anak saja (sebagai bibit awal) sudah pandai menkonsumsi rokok, narkoba, minuman keras, hubungan seks dan lain sebagainya yang berdampak merusak aqidah, akhlak, pikiran, prestasi yang seharusnya harus di perjuangkan serta jiwa anak bangsa/pemuda masa depan. Mau jadi apa bangsa ini???

Dan juga ketika saya melihat kerenggangan hubungan keluarga saat ini terutama hubungan keakraban dan kehangatan antara orang tua dan anaknya. Dimana menurut pandangan mereka orang tua hanya sebatas seorang yang melahirkan, membesarkan, mendidik serta memiliki hubungan darah, namun menurut saya orang tua adalah sesosok sahabat dimana ia tidak pernah mengucilkan, menjerumuskan, serta berperan sebagai musuh dalam selimut namun ia adalah sesosok sahabat yang diartikan pemuda saat ini yaitu sahabat sebagai tempat curhat, berbagi suka maupun duka, selalu memberi masukan serta dorongan, pengertian dan lain sebagainya.

Sebuah semangat merupakan kekuatan dari suatu keberhasilan, maka saat ini tindakan-tindakan kriminalitas banyak sekali yang terjadi bahkan usia masih di bawah umurpun sudah melakukan hal criminal. Misalkan seperti mencuri, merampok, mencabul dan lain sebagainya, itu disebabkan tidak adanya semangat untuk menjadi sesosok pemuda yang mengharumkan nama bangsa. Hal itu juga disebabkan karena tidak adanya semangat untuk menuntut ilmu yang bermanfaat, semangat meraih cinta Allah SWT, semangat merubah bangsa yang buruk menjadi baik dan baik menjadi lebih baik dan terbaik. Dengan perubahan yang seperti ini otoritas seorang keluarga (fokusnya orang tua) menjadi mencair.

Para pemuda menyimpan banyak masalah. Tapi anehnya, mereka tidak tahu bila mereka sedang punya masalah. Selama ini masalah mereka hanya berkutat pada kebutuhan pribadi materi yang kurang dan dunia hiburan yang membosankan. Atau lebih parahnya mereka mengganggap hal pacaran sesama bukan mukhrim itu halal-halal saja (sudah biasa), tanpa mengetahui hukumnya dan lebih parahnya lagi mereka yang tahu hukum tersebut juga melakukannya. Pemuda yang suka hura-huraan menghamburkan uang dan waktu tanpa manfaat sedikitpun, tanpa terbesit sedikitpun pemikiran untuk memajukan, memperbaiki, mensukseskan bangsa ini.

Kondisi ini bak lingkaran setan yang tak berujung pangkal semua pihak justru merasa tidak punya andil dalam kondisi memalukan ini. Mereka berlepas tangan, dan merasa tidak bersalah terhadap lemahnya semangat para pemuda (islam) dalam berkarya dan berjuang. Akhirnya sikap yang diambil adalah membiarkan saja hal itu seperti tidak terjadi apa-apa.

Namun segala masalah pastilah ada pembenahannya, Alhamdulillah saat ini sudah ada symbol/terbentuknya sebuah markas-markas dakwah seperti pondok pesantren, sekolah-sekolah/pendidikan islam dan hadirnya sebuah organisasi-organisasi yang menarik para pemuda untuk/agar mengenal Tuhan, agama dan memperhatikan hidupnya.

Oleh sebab itu, para pemuda ayo mulai dari saat ini kita kenali hal-hal yang memperbaiki diri dan bangsa, melakukan hal yang bermanfaat yang dapat berdampak baik bagi diri sendiri dan orang banyak, mengenal Tuhan, hukum-hukum serta lain sebagainya yang menuju kesuksesan dunia dan akhirat.

Perubahan-perubahan yang terjadi tidaklah hanya berdampak negative saja namun banyak juga perubahan tersebut yang berdampak positif, bergantung pada diri sendiri saja dalam menyaring perubahan tersebut. Apakah kita dapat memanfaatkan perubahan tersebut dengan bermanfaat atau malah sebaliknya perubahan yang memanfaatkan diri.

Pemuda! Pikirkanlah jalan kehidupan yang seperti apa yang akan kamu raih, yang akan kamu jalani, dan ingatlah sebuah pilihan atau keputusan yang dipilih akan dipertanggungjawabkan nantinya. Oleh sebab itu marilah kita memikirkan tujuan kearah yang lebih baik dan bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, orang lain, bangsa, dan dunia. BANGKITKANLAH SEMANGATMU PEMUDA….. SEMANGAT…..!!!!

Tidak ada komentar: