Saat kita meresa ditimpa bertumpuk-tumpuk masalah, saat kita berfikir semua hal dalam hidup kita mengecewakan, semua yang kita lakukan salah, tidak ada yang bisa kita lakukan, tidak ada orang yang mengerti dan semua masalah ini tidak akan kunjung berakhir, segera katakan pada diri sendiri : STOP ! Jangan biarkan diri kita tersiksa dengan pikiran dan perasaan yang mengalahkan diri kita sendiri seperti itu.
Seringkali, saat kita merasa takut atau khawatir karena suatu masalah, yang lebih menjadi masalah adalah ketakutan atau kekhawatirannya, dibandingkan dengan masalah itu sendiri. Mengapa? Karena rasa takut dan kalut yang meliputi diri kita membuat kita sulit untuk dapat berfikir jernih dan tenang dalam menghadapi serta mencari solusi masalahnya.
Untuk dapat memecahkan masalah ini, cobalah tenangkan hati dan pikiran kita lebih dahulu. Kita bisa mengambil wudhu, mencari tempat yang tenang, shalat, kemudian lanjutkan dengan dzikir kepada Allah. Hadirkan segenap hati dalam dzikir, serahkan segala masalah, kegundahan, kekhawatiran, ketakutan dan semua yang kamu rasakan kepada Allah.
Setelah hati merasa tenang, kita biasanya dapat memandang masalah dengan pikiran yang lebih jernih. Kita perlu memahami prinsip-prinsip dalam memecahkan masalah. Pertama, cobalah untuk memetakan masalah-masalah yang kamu hadapi ke dalam bagian-bagian yang berbeda, misalnya: masalah penyakit, masalah dengan keluarga, masalah pergaulan dengan teman, masalah pelajaran dan seterusnya.
Selanjutnya, cobalah untuk mengenali tiap-tiap masalah dengan lebih detail. Ibarat segumpal benang kusut, masalah perlu kita uraikan lebih dahulu, sehingga dapat kita tangkap dengan lebih jelas duduk perkara sebenarnya, baru kemudian kita rencanakan tindakan yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya. Dari sekian banyak masalah yang di hadapi, tentukan permasalahan yang menjadi prioritas utama atau paling penting untuk dipecahkan. Hadapilah satu masalah pada satu waktu, sehingga kita tidak merasa kewalahan dengan berbagai masalah yang tumpang tindih pada saat yang bersamaan.
Yang perlu diperhatikan, tindakan yang kita ambil perlu disesuaikan dengan kondisi diri kita sendiri, sehingga tidak menimbulkan masalah baru. Fokuskanlah selalu perhatian kita pada apa yang dapat kita lakukan, bukan pada apa yang tidak dapat kita lakukan. Pusatkan pikiran pada pemecahan masalah dan bukan pada masalahnya. Hargai dan pergunakan dengan sebaik-baiknya apa yang ada pada diri kita, bukan menyesali apa yang tidak ada. Pada saat kita mengambil tindakan, pastikan bahwa apa yang kita adalah bagian dari solusi yang kita ambil, bukan malah menambah masalah baru.
Ingatlah, Allah menjanjikan di balik kesulitan ada kemudahan. Semoga kita dapat menjadi lebih percaya diri dalam menghadapi kesulitan, karena setiap kesulitan hidup yang dapat kita atasi akan membuat kualitas pribadi kita semakin baik. Pandanglah setiap kesulitan sebagai tantangan atau ujian, yang bila dapat kita selesaikan dengan baik, akan meningkatkan nilai kita, baik di mata manusia dan lebih utama di hadapan Allah. Kata Pak Mario Teguh (seorang motivator), kesulitan yang membuat kita menjadi baik, sesungguhnya adalah kebaikan. Tetap semangat wahai saudara!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar